Al-Qur’an di Tengah Tradisi Jawa: Potret Living Qur’an dalam Tradisi Bersih Desa mengajak pembaca menyelami perjumpaan antara nilai-nilai Al-Qur’an dan kearifan budaya Jawa dalam tradisi Bersih Desa. Buku ini memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai teks yang dibaca, tetapi juga hidup dalam praktik, keyakinan, dan pengalaman masyarakat.
Melalui pendekatan Living Qur’an, pembaca diajak mengenal bagaimana tradisi Bersih Desa dimaknai sebagai lebih dari sekadar ritual tahunan. Pelantunan ayat-ayat suci, khususnya dalam suasana bulan Sura, menjadi bagian dari ekspresi religius masyarakat sekaligus simbol harapan akan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi kehidupan bersama.
Buku ini juga mengungkap proses akulturasi antara teks suci dan kearifan lokal, memperlihatkan bagaimana masyarakat menjaga warisan leluhur tanpa melepaskan dimensi spiritual yang mereka yakini. Tradisi menjadi ruang tempat agama, budaya, identitas, dan solidaritas sosial bertemu dan saling menguatkan.
Dengan bahasa yang reflektif dan dekat dengan kehidupan masyarakat, buku ini menghadirkan potret tentang bagaimana Al-Qur’an membumi dalam budaya, membentuk makna, merawat persaudaraan, serta menjaga kesinambungan tradisi dari generasi ke generasi.



Ulasan
Belum ada ulasan.