Setiap destinasi memiliki cerita. Namun, tidak setiap cerita berhasil menjadi pengalaman yang membekas.
Strategi Storybranding dalam Penguatan Eduwisata mengajak pembaca melihat pariwisata dari sudut pandang yang lebih bermakna, bukan sekadar tentang tempat yang dikunjungi, tetapi tentang cerita, nilai, budaya, dan pengalaman yang dibawa pulang oleh wisatawan.
Buku ini mengupas bagaimana storybranding dapat digunakan untuk memperkuat identitas destinasi melalui kearifan lokal. Tradisi, budaya, nilai masyarakat, hingga kisah-kisah lokal tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga dapat diolah menjadi narasi yang hidup dan menjadi bagian dari pengalaman edukatif wisatawan.
Pembaca juga diajak memahami cara merancang pengalaman eduwisata melalui cerita, melibatkan komunitas dan generasi muda, serta memanfaatkan media sosial, visual storytelling, dan inovasi digital untuk memperluas jangkauan narasi destinasi.
Pada akhirnya, buku ini menawarkan satu gagasan sederhana bahwa destinasi yang kuat bukan hanya yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki cerita yang mampu dikenang. Melalui storybranding, eduwisata dapat tumbuh sebagai ruang belajar, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, sekaligus pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan.




Ulasan
Belum ada ulasan.