Suatu malam, seorang ayah menyadari anaknya berhenti bertanya kepadanya — dan mulai bertanya kepada sebuah layar. Layar yang tak pernah lelah, tak pernah salah di depan anaknya, dan selalu ada. Malam itu ia mengerti: ombak besar sudah masuk ke dalam rumah.
AI kini menjadi alasan nomor satu pemutusan kerja, mengambil alih justru pekerjaan-pekerjaan pemula tempat anak-anak kita seharusnya memulai. Tujuh dari sepuluh remaja telah berteman dengan mesin; sepertiganya lebih memilih curhat kepada AI daripada kepada manusia. Dan di negeri dengan waktu layar tertinggi di dunia ini, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun sudah terjerat judi online. Melarang tak mungkin. Membiarkan adalah menyerah.
Buku ini menawarkan jalan ketiga: membesarkan anak yang berdaulat — lewat empat inti yang tak akan pernah bisa direbut mesin. Layar yang mencipta. Kompas yang menimbang. Jangkar yang menambatkan pada manusia. Dan Nakhoda yang memegang kemudi. Ditulis dengan kisah-kisah keluarga yang akan terasa seperti cermin, data yang bisa diperiksa, dan latihan-latihan kecil yang bisa dimulai malam ini juga — di meja makan Anda.
Kita tidak bisa melarang ombak datang. Tetapi kita bisa mengajari anak-anak kita berlayar.




Ulasan
Belum ada ulasan.