Dua ratus orang berkumpul di ruang obrolan suara malam itu. Tiba-tiba seorang host bertanya,
“Kalau kamu tidak ikut aksi ini, berarti kamu tidak peduli?”
Sekilas pertanyaannya terdengar wajar. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, kita tidak hanya bisa memilih “peduli” atau “tidak peduli”. Kita bisa peduli dengan cara lain, punya pertimbangan berbeda, atau mengambil langkah yang berbeda. Namun pertanyaan itu membuat seolah-olah hanya ada dua pilihan.
Keanehan itu hanya satu dari 28 pola sesat pikir yang dibahas dalam Permainan-permainan Argumen. Ada Straw Man yang memelintir argumen, Ad Hominem yang menyerang orangnya, dan Gish Gallop yang memenuhi percakapan dengan begitu banyak klaim hingga sulit diperiksa.
Selama enam tahun mengamati ribuan percakapan di Clubhouse, X Space, Telegram, Discord, dan Podcast Roblox, penulis menemukan pola yang terus berulang. Pola itu muncul pada berbagai usia, latar belakang, dan platform. Buku ini membantumu mengenalinya, lalu mengajakmu mengamati dan menilainya saat muncul di media sosial maupun komunitas virtual. Setiap pembahasan juga dilengkapi checklist untuk memeriksa argumen orang lain sekaligus cara berpikirmu sendiri.
Dua puluh delapan pola dalam buku ini mengajakmu membangun kebiasaan. Kebiasaan untuk tidak langsung menerima sebuah kesimpulan. Kebiasaan untuk memeriksa terlebih dahulu bagaimana kesimpulan itu dibentuk, sebelum memutuskan apakah kesimpulan tersebut memang layak dipercaya. Kebiasaan untuk mengajakmu menata segala respons di media sosial, secara proporsional.




Ulasan
Belum ada ulasan.