“Anak vokasi dituntut siap kerja, tetapi apakah mental mereka sudah benar-benar siap berlaga?”. Selama ini, ada benang kusut yang membayangi pendidikan vokasi kita: fenomena “disiplin semu.” Banyak siswa patuh hanya karena takut pada hukuman fisik atau sanksi administratif. Begitu pengawasan melonggar, kedisiplinan itu runtuh, menyisakan ruang praktik yang tak terawat dan budaya “jam karet” yang menahun. Kita lupa bahwa etos kerja sejati tidak bisa ditumbuhkan secara instan lewat instruksi satu arah di dalam kelas.
Buku PILAR BUDAYA SEKOLAH: TRANSFORMASI KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA VOKASI hadir sebagai jawaban atas kegelisahan tersebut. Melalui pendekatan taktis Model SIKAP dengan kerangka kerja S-T-A-R, buku ini membongkar strategi nyata mengubah kepatuhan karena takut menjadi kesadaran moral intrinsik yang berkiblat pada standar industri modern (5S/5R). Ditulis dengan gaya bahasa yang mengalir dan jauh dari kesan kaku, buku ini merajut sinergi segitiga emas antara kepala sekolah, keteladanan guru di bengkel, hingga peran krusial orang tua di rumah.
Ini bukan sekadar buku referensi akademis, melainkan sebuah kompas praktis bagi pendidik, orang tua, praktisi industri, dan siapa saja yang peduli pada masa depan generasi muda Indonesia. Saatnya melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya mahir memegang mesin, tetapi juga memiliki integritas tinggi yang siap memenangkan persaingan global.





Ulasan
Belum ada ulasan.