Apakah kota kita benar-benar telah “berbicara” kepada semua warganya secara adil? Di tengah pesatnya gelombang digitalisasi dan adopsi konsep Smart City, kelompok penyandang disabilitas justru kerap kali terabaikan dalam ekosistem penyiaran informasi publik. Saat cuaca buruk atau kondisi ekstrim mengancam, papan informasi digital konvensional—Variable Message Sign (VMS)—justru membisu bagi pengguna kursi roda, tunanetra, maupun tunarungu akibat keterbatasan akses visual, auditori, dan penempatan spasial yang tidak ergonomis. Buku Infrastruktur Pintar Ramah Disabilitas: Panduan Rancang Bangun VMS Cuaca untuk Aksesibilitas Ruang Publik hadir sebagai jawaban ilmiah dan praktis atas kesenjangan sosial-spasial tersebut. Buku referensi komprehensif ini secara berani mendobrak sekat-sekat sektoral keilmuan dengan mengonvergensikan tiga pilar teknologi utama: Rekayasa Sipil sebagai tulang punggung struktur fisik yang aman dan kokoh, Informatika dan Desain (UI/UX) sebagai representasi antarmuka yang adaptif dan penuh empati, serta perangkat Internet of Things (IoT) sebagai denyut nadi penangkap data meteorologi lingkungan secara akurat dan real-time.
Melalui pembahasan yang mendalam, para penulis membedah standar ergonomi antropometri transisi trotoar, analisis visibilitas optikal layar terhadap silau matahari (glare), rekayasa mekanika sasis baja luar ruang, implementasi algoritma computer vision untuk deteksi otomatis alat bantu, hingga manajemen daya mandiri stasiun cuaca berbasis panel surya 24/7. Dilengkapi dengan panduan pengujian User Acceptance Testing (UAT) bersama komunitas disabilitas serta Standard Operating Procedure (SOP) pemeliharaan strukturaApakah kota kita benar-benar telah “berbicara” kepada semua warganya secara adil? Di tengah pesatnya gelombang digitalisasi dan adopsi konsep Smart City, kelompok penyandang disabilitas justru kerap kali terabaikan dalam ekosistem penyiaran informasi publik. Saat cuaca buruk atau kondisi ekstrim mengancam, papan informasi digital konvensional—Variable Message Sign (VMS)—justru membisu bagi pengguna kursi roda, tunanetra, maupun tunarungu akibat keterbatasan akses visual, auditori, dan penempatan spasial yang tidak ergonomis. Buku Infrastruktur Pintar Ramah Disabilitas: Panduan Rancang Bangun VMS Cuaca untuk Aksesibilitas Ruang Publik hadir sebagai jawaban ilmiah dan praktis atas kesenjangan sosial-spasial tersebut. Buku referensi komprehensif ini secara berani mendobrak sekat-sekat sektoral keilmuan dengan mengonvergensikan tiga pilar teknologi utama: Rekayasa Sipil sebagai tulang punggung struktur fisik yang aman dan kokoh, Informatika dan Desain (UI/UX) sebagai representasi antarmuka yang adaptif dan penuh empati, serta perangkat Internet of Things (IoT) sebagai denyut nadi penangkap data meteorologi lingkungan secara akurat dan real-time.
Melalui pembahasan yang mendalam, para penulis membedah standar ergonomi antropometri transisi trotoar, analisis visibilitas optikal layar terhadap silau matahari (glare), rekayasa mekanika sasis baja luar ruang, implementasi algoritma computer vision untuk deteksi otomatis alat bantu, hingga manajemen daya mandiri stasiun cuaca berbasis panel surya 24/7. Dilengkapi dengan panduan pengujian User Acceptance Testing (UAT) bersama komunitas disabilitas serta Standard Operating Procedure (SOP) pemeliharaan struktural maupun kelistrikan, buku ini menjadi rujukan wajib bagi akademisi, mahasiswa teknik, praktisi tata kota, serta pembuat kebijakan yang berkomitmen mewujudkan keadilan spasial. Sebab pada akhirnya, kota yang cerdas adalah kota yang tidak meninggalkan satu pun warganya di belakang.
Buku ini menjadi rujukan wajib bagi akademisi, mahasiswa teknik, praktisi tata kota, serta pembuat kebijakan yang berkomitmen mewujudkan keadilan spasial. Sebab pada akhirnya, kota yang cerdas adalah kota yang tidak meninggalkan satu pun warganya di belakang.



Ulasan
Belum ada ulasan.