Setara merupakan refleksi mendalam tentang bagaimana Islam, khususnya Al-Quran, memandang disabilitas, martabat manusia, dan hak untuk hidup secara bermakna di tengah masyarakat. Buku ini hadir untuk membongkar stigma, prasangka, dan tembok-tembok sosial yang selama ini membatasi penyandang disabilitas, sekaligus menawarkan perspektif yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkeadilan.
Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini mengajak pembaca memahami disabilitas bukan sebagai kekurangan yang harus dikasihani, melainkan sebagai bagian dari keragaman manusia yang memiliki hak, potensi, dan kehormatan yang sama. Dimulai dari kritik terhadap cara pandang masyarakat dan tafsir keagamaan yang sering kali melanggengkan diskriminasi, buku ini kemudian menelusuri evolusi paradigma disabilitas hingga lahirnya pendekatan inklusif yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek yang setara.
Berlandaskan nilai-nilai Al-Quran, buku ini menyoroti pentingnya inklusivitas dalam kehidupan sosial dan dunia kerja. Pembahasan mengenai ketenagakerjaan menjadi salah satu fokus utama, dengan menunjukkan bahwa Islam menjunjung tinggi martabat profesi dan hak setiap individu untuk berkontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki. Dalam konteks ini, keadilan bukan sekadar memberi kesempatan, tetapi juga menghadirkan ruang yang aksesibel dan bebas diskriminasi.
Dengan pendekatan reflektif, akademis, sekaligus humanis, Setara menjadi bacaan penting bagi akademisi, pendidik, aktivis, pembuat kebijakan, maupun masyarakat umum yang ingin memahami isu disabilitas dari sudut pandang Al-Quran dan hak asasi manusia. Buku ini mengajak pembaca membangun dunia yang lebih inklusif—dunia yang tidak sekadar menerima perbedaan, tetapi benar-benar memanusiakan setiap insan secara setara.




Ulasan
Belum ada ulasan.