Seni Bahagia Bersama: Kebahagiaan Komunal dalam Al-Qur’an (Jilid 1) mengajak pembaca mempertanyakan kembali makna kebahagiaan di tengah kehidupan modern yang serba terhubung, tetapi justru semakin dipenuhi kesepian, individualisme, dan keterasingan.
Melalui perspektif Al-Qur’an, buku ini menawarkan cara pandang bahwa kebahagiaan sejati tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Sakīnah dan falāḥ tidak hanya berbicara tentang ketenangan dan keberhasilan individu, tetapi juga tentang kemampuan manusia membangun kepedulian, persaudaraan, dan kehidupan bersama yang berkeadilan.
Pembahasan dimulai dari kritik terhadap jebakan kebahagiaan modern dan epidemi kesepian, kemudian menelusuri makna bahagia dalam Al-Qur’an, seni membangun ikatan antarmanusia, serta cara menumbuhkan kebahagiaan dari diri hingga komunitas. Buku ini juga mengajak pembaca mengenali penyakit batin dan berbagai hal yang dapat merusak relasi sosial.
Sebagai jilid pertama dari sebuah dwilogi, buku ini berfokus pada diagnosis persoalan dan pemulihan fondasi batin serta relasi manusia. Buku ini bukan resep instan untuk bahagia, melainkan sebuah ajakan untuk berhenti mengejar kebahagiaan sendirian dan mulai menemukan makna dalam berbagi, peduli, dan bertumbuh bersama.
Karena kebahagiaan yang sejati tidak hanya berbunyi “aku”, tetapi menemukan kesempurnaannya dalam “kita”.




Ulasan
Belum ada ulasan.