Apa arti menjadi seorang manusia, jika pada akhirnya hidup ini tidak memiliki tujuan yang pasti? Melalui metafora pohon, buku Pohon Kehidupan: Manual Eksistensial tentang Menjadi Manusia mengajak pembaca sekalian untuk menelusuri akar terdalam eksistensi manusia. Bukan untuk menemukan jawaban mutlak, melainkan untuk memahami mengapa manusia terus berusaha menciptakan makna di tengah kehampaan.
Buku ini memandang kehidupan bukan sebagai perjalanan heroik menuju kesempurnaan, melainkan sebagai proses rapuh yang dipenuhi berbagai emosi dan pertanyaan yang tak pernah benar-benar selesai. Akar melambangkan pengetahuan yang membentuk manusia sejak awal; batang diartikan sebagai kesadaran diri yang menopang identitas; sementara dahan dan ranting merupakan pikiran, pilihan, dan pengalaman yang tumbuh di antara kebebasan dan keterpaksaan. Namun seperti pohon yang tumbuh tanpa alasan kosmis, manusia pun mungkin hanya hadir sebagai peristiwa sementara di alam semesta.





Ulasan
Belum ada ulasan.