Buku Membaca Sastra dan Kritik Sastra Muhammad Mandur menghadirkan kembali pemikiran salah satu tokoh terpenting dalam kritik sastra Arab modern melalui terjemahan karya klasik Fī al-Adab wa al-Naqd. Muhammad Mandur dikenal sebagai intelektual yang berhasil menjembatani kekayaan tradisi sastra Arab dengan perkembangan teori sastra modern Barat. Melalui pemikiran yang kritis, jernih, dan humanis, ia mengajak pembaca memahami sastra bukan sekadar sebagai karya estetis, tetapi sebagai cermin kehidupan, kebudayaan, moralitas, dan dinamika masyarakat.
Buku ini membahas berbagai konsep fundamental dalam studi sastra dan kritik sastra secara sistematis, mulai dari hubungan antara kritik sastra dan sejarah sastra, ragam pendekatan dalam penulisan sejarah sastra, keterkaitan sastra dengan nilai moral, kehidupan sosial, hingga telaah mengenai perkembangan kritik sastra dari masa ke masa. Pembaca juga diajak mengenal berbagai mazhab sastra yang membentuk perjalanan pemikiran sastra dunia serta memahami karakteristik kritik drama sebagai salah satu cabang penting dalam kajian sastra.
Lebih dari sekadar memperkenalkan teori, buku ini merupakan kumpulan refleksi intelektual Muhammad Mandur yang lahir dari pengalaman panjangnya membaca, menghayati, dan mengkritisi karya-karya sastra. Dengan gaya penyampaian yang ringkas namun kaya makna, Mandur berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai hakikat sastra, fungsi kritik, hubungan sastra dengan kehidupan, serta tanggung jawab seorang kritikus dalam menilai karya secara objektif dan berimbang. Pembahasannya mendorong pembaca untuk tidak sekadar menerima teori, tetapi juga mengembangkan cara berpikir kritis dalam memahami berbagai aliran dan pendekatan sastra.
Hadirnya terjemahan ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan studi sastra Arab di Indonesia. Buku ini membuka akses yang lebih luas terhadap sumber primer pemikiran Muhammad Mandur sekaligus memperkaya khazanah literatur kritik sastra berbahasa Indonesia. Sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pemerhati sastra, buku ini diharapkan menjadi jembatan dialog antara tradisi kritik sastra Arab dengan perkembangan teori sastra kontemporer, serta menginspirasi lahirnya kajian-kajian baru yang lebih terbuka, kritis, dan berakar pada tradisi keilmuan yang kuat.




Ulasan
Belum ada ulasan.