Buku ajar ini membahas secara mendalam tentang ilmu geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk permukaan bumi di daratan maupun di dasar laut. Pembahasan diawali dengan konsep dasar geografi atau geologi sebagai ilmu penting dalam pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ruang lingkup buku ini mencakup interaksi aspek fisik bumi dengan aktivitas manusia yang dibagi ke dalam empat aspek utama, yaitu aspek morfologi, morfogenesa, morfokronologi, dan morfoasosiasi.
Buku ini menyajikan praktis klasifikasi bentang alam berdasarkan Sistem Muka Bumi (BMB) yang umum digunakan dalam pemetaan di Indonesia, mulai dari pegunungan lipatan, plateau, pegunungan sesar, gunung api, kawasan karst, hingga dataran sungai dan danau. Selain itu, materi yang dirancang secara sistematis ini memberikan pemahaman mengenai studi topografi, morfologi, komponen kelerengan, serta visualisasi geospasial melalui pemetaan peta kontur.
Buku ini juga mengulas secara komprehensif mengenai sistem hidrologi air permukaan dan hidrologi air tanah. Pembahasan tersebut mencakup tahapan siklus air, jenis-jenis air permukaan alami dan buatan, permodelan limpasan permukaan (runoff) dengan metode rasional, serta jenis lapisan batuan dan akuifer. Lebih lanjut, dibahas pula mengenai permasalahan air tanah seperti penurunan muka tanah, penurunan kualitas air, intrusi air, dan bencana sinkhole.
Pada bagian akhir, buku ini menguraikan konsep ekoregion yang terdiri dari komponen abiotik, biotik, serta kultural. Pembahasan diakhiri dengan penjelasan mengenai karakteristik wilayah fungsional yang bersifat heterogen, dinamis, dan aktif, serta analisis bahaya geologi yang menjadi krusial dalam konteks penataan ruang, pengelolaan lingkungan, dan strategi mitigasi bencana. Dalam disiplin perencanaan, pemahaman geomorfologi ini menjadi fondasi utama untuk mengenali daya dukung serta batasan fisik suatu wilayah demi keberlanjutan ekosistem.


Ulasan
Belum ada ulasan.