Di persimpangan antara otomasi kecerdasan buatan dan ancaman krisis iklim, apakah industri fesyen akan kehilangan sentuhan kemanusiaannya?
Selama ini, manajemen industri fesyen terjebak pada dikotomi yang keliru: memilih antara efisiensi mesin yang kaku atau kebebasan yang sulit diukur. Menghadapi era disrupsi, paradigma usang tersebut tidak lagi relevan. Kesuksesan fesyen modern kini ditentukan oleh seberapa presisi organisasi mampu mengorkestrasi imajinasi manusia, kecepatan algoritma, dan pelestarian bumi ke dalam satu rantai pasok yang terpadu.
Buku ini ditulis dengan analisis akademik dan orientasi solusi praktis, buku ini menyajikan transformasi bagi perusahaan fesyen masa depan. Materi yang dikupas dalam buku ini meliputi: Pekerja Kreatif: Strategi menstimulasi gagasan orisinal dan mengelola otonomi dari ancaman standardisasi manajerial. Metrik Kinerja: Transformasi parameter produktivitas tradisional menuju metrik berwawasan hijau yang anti-greenwashing. Efek Substitusi Digital: dampak implementasi AI dan sistem komputasi terhadap kebebasan operasional produksi. Efisiensi Material: Implementasi pola nir-limbah (zero-waste), material berbasis bio, dan rekayasa desain siap urai (design for disassembly). Kepemimpinan pada era Digital: Model kepemimpinan era baru yang mendayagunakan teknologi untuk memperkuat kapasitas intelektual dan empati manusia.
Buku ajar ini merupakan literatur bagi mahasiswa manajemen sumber daya manusia yang terkait dengan prilaku organisasi pada industri fesyen.




Ulasan
Belum ada ulasan.