Metadata Rasa adalah upaya puitis sekaligus ilmiah untuk memahami sesuatu yang sejatinya tak pernah bisa dijelaskan: rasa. Melalui perpaduan antara bahasa sains dan sastra, buku ini menelusuri bagaimana cinta, rindu, kehilangan, dan keikhlasan bekerja layaknya sistem energi, resonansi, atau teori chaos dalam semesta fisika. Penulis menghadirkan percobaan imajiner tentang emosi manusia, mengukur detak dengan rumus, menulis gelombang perasaan dalam persamaan, dan menafsirkan diam sebagai bentuk komunikasi paling jujur antara dua jiwa.
Namun di balik eksperimen rasional itu, mengalir pencarian personal yang lembut: tentang seseorang yang hadir tanpa pernah benar-benar dimiliki, tentang rasa yang tumbuh, berubah, lalu menemukan keseimbangannya dalam keikhlasan. Setiap “entri” di buku ini menjadi semacam catatan laboratorium hati tempat logika dan perasaan saling bertemu, saling membantah, lalu berdamai.
Lebih dari sekadar kisah cinta, Metadata Rasa adalah refleksi tentang manusia yang mencoba memberi struktur pada kekacauan batinnya. Ia mengajak pembaca melihat bahwa di balik setiap rasa yang tampak acak, selalu ada pola yang menuntun menuju pemahaman diri. Bahwa rasa, sebagaimana energi, tidak pernah hilang ia hanya berpindah bentuk, dari getaran menjadi tenang, dari kehilangan menjadi penerimaan.
Dalam akhirnya yang tidak benar-benar akhir, buku ini menjadi arsip paling jujur dari sesuatu yang tak bisa diarsipkan: hati yang pernah bergetar.




Ulasan
Belum ada ulasan.